Kutipan

" Jangan bertanya apa yang bisa kamu dapatkan dari negaramu tapi tanyalah apa yang bisa kamu berikan untuk negaramu " - Franklin Delano Roosevelt

Rabu, Agustus 24, 2011

23 Pemain TImnas Indonesia

Tim nasional Indonesia mengumumkan 23 nama pemain yang akan dibawa untuk menghadapi Yordania dalam laga ujicoba di Amman pada 27 Agustus mendatang. Dan setelah beruji coba dengan Timnas Yordania Timnas Indonesia akan melawan TImnas Iran dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Indonesia yang berada dalam rangking 137 FIFA akan berusaha mendapat tiket Piala Dunia untuk ke 2 kalinya.

Berikut nama-nama 23 pemain Timnas Indonesia yang dibawa :

Penjaga Gawang (GK) :
1. Markus H
2. Ferry R
3. Made W

Belakang (DEF)
1. M. Roby
2. Hamka H.
3. M.Nasuha
4. Zulkifly S.
5. Beny W.
6. Wahyu Wiji
7. Ambrizal
8. Supardi

Tengah (MF)
1.Tony Sucipto
2. M.Ilham
3. Arif S.
4. Eka R.
5. Okto
6. M.Ridwan
7. Firman Utina
8. Hariono

Depan (Striker)
1. C. Gonzales
2. Irfan Bachdim
3. Bambang Pamungkas
4. Ferdinand Sinaga


Belajar Kualitas Hidup dari New York

Oleh Sigit Adinugroho (Yahoo)

Kota New York selama ini identik dengan gaya hidup warga Manhattan yang mewah, adegan kriminal di Bronx dan Brooklyn, atau mobil berkejaran di tengah kota. Tetapi sebenarnya ada hal lain yang amat melekat di New York — yang membuat warganya mencintai kota itu dan bangga menyebut diri mereka “New Yorker”.

Setelah melihat dengan mata kepala saya sendiri, penduduk New York memang patut bangga dan merasa lekat pada kotanya. Paling tidak, menurut saya, ada tiga hal yang membuat kota New York dicintai warganya: kereta bawah tanah, taman kota dan keberagaman. Ketiga hal ini meningkatkan kualitas hidup warga, menjadi kebanggaan dan memorabilia yang tak lekang dimakan zaman.

Setiap datang ke suatu kota, saya selalu mencari tahu seberapa ramah kota tersebut terhadap komuter dan pejalan kaki. Hal ini penting bagi petualang ransel yang tak punya banyak uang naik taksi. Jika sebuah jarak bisa ditempuh jalan kaki, maka saya akan jalan kaki sejauh apapun, walau 20 blok!

Saya berkesimpulan, semakin ramah sebuah kota terhadap pejalan kaki, semakin tinggi pula kualitas hidup para penghuninya.

Kereta bawah tanah kota New York, yang beroperasi 24 jam sehari, adalah salah satu yang tersibuk di dunia (setelah Tokyo, Seoul dan Moskow) dan yang terbesar di Amerika Serikat. Pengamatan saya, kereta bawah tanah di New York City sangat efisien dan nyaman.

Sistem ini menghubungkan empat dari lima wilayah di kota New York: Manhattan, Bronx, Brooklyn dan Queens. Stasiunnya banyak yang sudah tua dan usang, tapi rangkaian keretanya sudah diperbarui dan berpendingin udara (ketika musim panas) serta berpenghangat (ketika musim dingin).

Yang paling menarik buat saya adalah merencanakan perjalanan dan berpindah-pindah jalur yang kebanyakan ditandai oleh persimpangan jalan di atasnya (42nd St/Times Square, Lexington Ave./59th Street). Turun dari gerbong, lalu pindah ke stasiun atau platform lain yang saling tumpuk adalah suatu kesenangan tersendiri bagi saya. Melihat gorong-gorong kereta bawah tanah yang sangat ikonik itu memastikan saya berada di kota New York.

New York juga identik dengan Central Park, sebuah taman di tengah Manhattan yang luasnya 341 ha, memanjang dari utara ke selatan. Taman ini sangat terkenal dan sering ditampilkan dalam film-film.

Taman kota di kota New York juga adalah simbol kualitas hidup warga urban. Taman kota di sini benar-benar merupakan ruang publik yang bebas digunakan semua orang, bahkan hampir 24 jam. Saya melihat banyak sekali kegiatan yang dilakukan di taman kota, mulai dari piknik, beristirahat, hari keluarga kantor, berolahraga, berkesenian dan makan & minum (di penjaja-penjaja makanan yang rapi).

“Di sini, rekreasi hampir gratis. Ketika tak punya uang, rekreasi termurah adalah pergi ke taman, bawa buku dan makanan dari rumah, sampai tertidur pulas selama berjam-jam di taman,” ujar Boy Avianto, seorang teman yang bekerja di kota New York selama dua tahun.

Yang terakhir, keberagaman. Beberapa daerah identik dengan tempat bermukimnya para imigran, seperti Astoria di Queens. Di sini, hampir seluruh bangsa di dunia ada, dan bisa dipastikan bahasa yang diucapkan sehari-hari bukan bahasa Inggris. Menurut sensus pemerintah tahun 2006, jumlah imigran/keturunan imigran mencapai 37 persen total penduduk kota New York. Lebih dari itu, komposisi penduduk di New York hampir rata dilihat dari ras/kebangsaan.

Apa yang menarik di sini? New York City menjadi representasi dunia dalam ukuran mini, dengan total penduduk 8 juta jiwa. Warganya terekspos dengan berbagai kalangan dengan segala manifestasinya. Kota menjadi hidup dan kaya, penuh inspirasi. Bagi pecinta makanan, atau yang mudah merasa kangen makanan di daerah asal, hampir pasti di sini ada. Menariknya, dengan keberagaman ini, justru mereka hidup berdampingan dengan baik.

Tentu saja, tidak semua kota sempurna. Selalu ada sisi negatifnya. Namun bagi saya, kota New York punya kesan pertama yang impresif, sebuah kota yang patut menjadi model pembelajaran bagi kota lain. Kota yang membangkitkan asosiasi yang kuat pada diri penghuninya.

Admin punya impian merubah beberapa kota di Indonesia jadi seperti ini hehe...

Sifat Setan yang wajib untuk ditiru

Berikut ini adalah sifat-sifat setan yang positif dan sifat-sifat ini tidak dimiliki oleh manusia :

1. Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh dalam menggapai sesuatu ataupun dalam menghadapi ujian dari ALLAH SWT.

2. Kreatif
Setan akan mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas. Kebanyakan dari manusia selalu ingin mendapatkan mendapatkan sesuatu dengan cara yang instan, padahal cara instan tersebut bisa merugikan orang lain. Yang Haram dianggap menjadi hal yang wajar(Halal)

3. Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan.

4. Solider
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bermusuhan, membunuh dan menyakiti.

5. Jenius
Setan itu paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat, tidak mau menciptakan ide-ide baru.

6. Tanpa Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sedangkan manusia, tidak dibayar tidak akan dilakukan. Materi seharusnya bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini! Harusnya kita saling membantu kepada sesama umat manusia.

7. Suka berteman dan kompak
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. Manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain.

Sifat jahat setan memang hendaknya jangan ditiru! Tapi tidaklah dosa jika kita mencontoh sifat-sifat baiknya yang bisa berguna bagi kebaikan diri kita dan sesama.

Rabu, Agustus 17, 2011

Biola Antonio Stradivari tertua berada di Malang, Indonesia

Biola merek Antonio Stradivari buatan tahun 1725 yang ditemukan seseorang di Malang, Jawa Timur, diyakini sebagai salah satu biola tertua di dunia. Ditemukan tepatnya di sebuah pasar rombeng, Kota Malang. Penemunya adalah Mudzoffar (75), warga Jl. Batok Gg I, No 5 Kelurahan Sisir, Kota Batu. Mudzoffar, yang membelinya pada tahun 1957.

Ia membelinya pada seorang lelaki keturunan Tiong Hoa, bernama Om Sui. Waktu itu, Mudzoffar mendapatkan biola itu tanpa senar. Biola tersebut dibelinya dengan harga Rp 7.000. Mudzoffar yang sejak remaja memang hobi bermain musik tak pernah tahu biola yang dibelinya sangat berharga.

“Namun, waktu itu, saat saya membeli biola, saya tidak tahu kalau biola itu adalah biola jenis bagus,” akunya, ditemui Kompas.com, di rumahnya, Sabtu (9/7/2011). Baru belakangan Mudzoffar mengetahui bahwa biola yang dimilikinya itu alat musik tertua setelah membaca sebuah artikel di internet. “Saat itu saya baru tahu. Lalu saya cek ternyata memang ada tahun pembuatannya di bodi biola ini,” katanya, sembari memegang biola tersebut.

Biola tersebut adalah buatan Antonio Stradivari yang diproduksi tahun 1725. Nama pembuat dan tahun produksi itu sendiri terdapat di dalam bodi biola. “Hal itulah yang membuat saya yakin kalau biola ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia dan bahkan di dunia,” katanya.

Sementara itu, dari penelusuran Mudzoffar sendiri, baik buku dan sejumlah artikel tentang biola Antonio Stradivari, biola buatan Antonio Stradivari itu memang salah satu biola terbaik di dunia. Ciri-cirinya, terdapat pada label Antonius Stradivarius Cremonensis Faciebat Anno, lalu diikuti tahun pembuatannya. Adapun instrumen karya Stradivari yang terbaik, diproduksi antara tahun 1698-1725, puncaknya pada tahun 1715. Setelah 1730, beberapa instrumen ditandatangani Stradivari, dan dibuat oleh kedua anak Stradivari yang bernama Omobomo dan Francesco.

Stradivari selama hidupnya hanya membuat 1.100 alat musik, dan sebagian besar adalah biola. Di antara jumlah tersebut hanya sekitar 650 alat musik (512 diantaranya adalah biola) yang masih bertahan di atas usia 250 tahun. “Sementara, yang lainnya ada yang sudah hancur dalam kebakaran atau kecelakaan lain, ada yang hilang di laut atau banjir, dan beberapa dihancurkan oleh bom api Dresden dalam Perang Dunia kedua,” jelasnya.

Biola Stradivari itu adalah salah satu biola terbaik di dunia yang pernah diciptakan dan mempunyai harga paling tinggi. Hingga saat ini masih dimainkan oleh pemain biola professional. Setiap biola buatan Stradivari yang masih ada, mempunyai julukannya masing-masing. Pada 21 Juni 2011 lalu, 1721 Stradivari biola yang dikenal sebagai “Lady Blunt” dibeli oleh seorang penawar anonim seharga 9.808.000 poundsterling. Uang hasil lelang itu digunakan membantu para korban gempa bumi Jepang.

Sementara pada 14 Oktober 2010, 1.697 biola Stradivari yang dikenal sebagai “Molitor” dijual online oleh Tarisio Lelang seharga 3.600.000 dollar AS, saat konser pemain biola terkenal Anne Akiko Meyers. Sebelumnya, pada 16 Mei 2006, Balai Lelang Christie melelang 1707 Stradivari Hammer seharga 3.544.000 dollar AS.

Sampai saat ini, meski biola milik Mudzoffar itu tergolong langka, masih belum pernah ada yang menawar untuk dibeli. “Kalau ada yang beli ya tidak apa-apa, asal cocok harganya,” katanya. Saat ini, biola tersebut sudah ada senarnya, dibelikan oleh Mudzoffar, agar bisa digunakan untuk bermain musik dirumahnya.

“Saat ini sudah saya belikan senar. Ini sering digunakan di Orkes Melayu Sinar Harapan, yang didirikannya pada 1954. Hingga saat ini, kualitas bunyi yang dihasilkan memang cukup jernih,” akunya.

Sumber: KOMPAS

Gamelan Indonesia di Amerika Serikat

Hampir semua universitas terkemuka di Amerika Serikat memiliki program studi gamelan Indonesia. Sehingga, menurut mantan Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar, Prof Dr I Wayan Rai S. tidak mengherankan banyak ahli musik tradisional ini di luar negeri. “Gamelan Bali yang ada di Amerika Serikat ada 15 jenis dan sekarang ini terus bertambah dari gamelan Jawa, Sunda dan lain-lain,” kata I Wayan Rai S pada seminar Mabarung Gong Kebyar yang diselenggarakan ISI Solo, Jumat (26/11).

Gamelan berada di luar negeri sejak tahun 1800-an dibawa oleh para kolonial atau bangsa-bangsa barat yang pernah menjajah di Indonesia, tambah Guru Besar Komposisi Musik ISI Solo Prof Dr R.Supanggah. “Tidak hanya berkembang di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, tetapi juga Australia, Afrika dan bahkan sekarang Asia. Memang gamelan menjadi unggulan karena berhasil keluar pagar Indonesia dan ini bisa diterima di kalangan para musisi pada umumnya,” katanya. Di Amerika Serikat, lanjutnya, sekarang ini ada sekitar 600 perangkat gamelan

Gamelan, kata I Wayan juga salah satu perekat bangsa ini, karena berdasarkan data yang ada tahun 1870 berbagai musik di Nusantara termasuk di antaranya gamelan telah pentas berkolaborasi di Paris, katanya. “Jadi seni sebagai alat pemersatu bangsa ini tidak hanya sekarang saja, sejak dulu sudah terjadi dan dilakukan oleh para pendahulu kita dan ini ada bukti-buktinya sampai sekarang,” paparnya.

Pada tahun 1870 ada serombongan seniman yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara ini pentas bersama di Paris/ “Waktu itu sedang terjadi adanya revolusi industri, katanya.

Menyinggung hasil karya musik sekarang yang jarang menjadi monumental, Supanggah mengatakan bahwa yang disentuh hanya pada seninya saja, sedangkan budayanya jarang disentuh, akibatnya hasil karya seni tersebut hanya enak dinikmati sementara tidak sampai rasa.

Sumber: Republika

Flag Counter